Wisatawan Gunungkidul Nyaris Pulang Tinggal Nama

Sudah diperingati batas aman, seorang wisatawan tetap keukeuh berenang ke tengah hingga akhirnya terseret ombak pantai.

Gunungkidul – Seorang wisatawan asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, nyaris menjadi korban laka laut setelah terseret arus saat berenang di Pantai Ngandong, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Senin (22/12/2025) pagi. Beruntung, korban berhasil diselamatkan oleh tim SAR dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Korban diketahui bernama Joni Saputra, laki-laki, warga Kemloko, Kranggan, Temanggung. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, saat kawasan pantai mulai dipadati wisatawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang bersama rombongan wisata menggunakan bus dengan jumlah sekitar 33 orang dan tiba di Pantai Ngandong sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah beraktivitas di kawasan pantai, korban kemudian berenang di laut bersama salah satu rekannya.

Saksi mata Surya Adji Pangestu (18) mengungkapkan bahwa korban berenang terlalu ke tengah meskipun telah diperingatkan untuk tidak melewati batas aman. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan hingga akhirnya korban terseret arus laut dan tenggelam.

Melihat kejadian tersebut, saksi segera meminta pertolongan kepada petugas SAR yang berjaga di kawasan Pantai Ngandong. Tim SAR kemudian bergerak cepat melakukan proses penyelamatan dengan menggunakan perahu.

Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Baron, Surisdiyanto, membenarkan adanya kejadian wisatawan tenggelam tersebut. Ia menyampaikan bahwa tim SAR menerima laporan sekitar pukul 07.15 WIB dan langsung menuju lokasi kejadian.

“Begitu menerima laporan, tim SAR langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu. Korban berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, namun mengalami syok, lemas, dan sesak napas,” ujar Surisdiyanto.

Patuhi Rambu Peringatan

Setelah berhasil dievakuasi dari laut, korban langsung mendapatkan penanganan awal di lokasi sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Saptosari untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.

Surisdiyanto juga mengingatkan wisatawan agar selalu mematuhi rambu-rambu peringatan dan imbauan petugas pantai. Menurutnya, karakteristik ombak dan arus laut di wilayah pantai selatan Gunungkidul sangat berbahaya, terutama bagi wisatawan yang tidak memahami kondisi laut.

“Wisatawan kami imbau untuk tidak berenang melewati batas aman dan selalu memperhatikan peringatan dari petugas. Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban dilaporkan stabil dan masih dalam pengawasan tim medis. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan wisatawan saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya di wilayah pantai selatan Gunungkidul yang dikenal memiliki arus kuat dan palung laut berbahaya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *