Identitas mayat wanita yang ditemukan tergeletak di Pantai Pandanan, Lombok Utara, NTB, dengan lengan kiri hilang akhirnya terungkap. Siapa dia?
Identitas mayat wanita yang ditemukan tergeletak di Pantai Pandanan, Lombok Utara, NTB, dengan lengan kiri hilang akhirnya terungkap. Pihak kepolisian memastikan korban berinisial SH asal Malang pengidap gangguan bipolar.
Kepala Satreskrim Polres Lombok Utara Iptu I Komang Wilandra kepada wartawan, Rabu (21/1/2026) mengatakan, penyakit gangguan psikologis tersebut terungkap dari hasil penyelidikan lapangan.
“Jadi, benar korban ini yang punya kendaraan tertinggal di pinggir jalan Desa Malaka itu. Dari rekam medis disebutkan korban ini cenderung mengarah ke depresi atau bipolar tipe tinggi,” katanya.
Wilandra menyampaikan hal itu berdasarkan penjelasan dokter. Pihak keluarga korban juga menyampaikan bahwa korban berinisial SH asal Malang dengan domisili di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat tersebut semasa hidup sempat beberapa kali mencoba melakukan aksi bunuh diri.
“Keluarganya mengatakan, dia sering ingin mengakhiri hidupnya. Ada sakit dia pas masih di Jawa, pernah berobat di rumah sakit Sutomo,” ucapnya.
Oleh karena itu, pihak keluarga yang telah mengenali jenazah korban menolak untuk proses autopsi.
“Keluarga menerima bahwa yang bersangkutan sakit,” ujar Wilandra.
Berdasarkan hasil visum luar, pihak Rumah Sakit Bhayangkara Mataram juga menyebut tidak ada menemukan tanda kekerasan pada jenazah korban.
Penjelasan soal Lengan Kiri Hilang
Terkait informasi lengan kiri korban yang disebut hilang, Wilandra meluruskan bahwa pihak rumah sakit sudah menjelaskan bahwa hanya dagingnya yang hilang dan menyisakan tulang.
“Kan ini mayat lima hari di laut posisinya sejak hilang itu. Jadi, banyak faktornya, salah satunya ikan yang makan,” kata dia.
Dengan menerangkan hal tersebut, Wilandra menegaskan bahwa penyelidikan ini sudah tuntas dan tidak ada ditemukan dugaan pidana dari tewasnya SH.
“Jadi, tidak ada mengarah ke perbuatan atau peristiwa pidana. Case closed,” ujarnya.
Jenazah SH kali pertama ditemukan tergeletak di pesisir pantai Pandanan pada Minggu (18/1). Jenazah SH ditemukan tanpa busana, hanya mengenakan kaos kaki.
Sebelum ditemukan, warga melihat ada jaket dan satu unit kendaraan roda dua yang akhirnya terungkap milik almarhumah terparkir di pinggir jalan Desa Malaka.
Temuan itu menjadi petunjuk kepolisian dalam melakukan penyelidikan atas identitas dan penyebab kematian almarhumah SH.

