Siasat Alex Iskandar dalam Kasus Kematian Alvaro

Alvaro Kiano Nugroho (6) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah kepolisian melakukan pencarian selama 8 bulan. Korban dibunuh oleh ayah tirinya Alex Iskandar.

Jakarta – Alvaro Kiano Nugroho (6) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah kepolisian melakukan pencarian selama 8 bulan. Korban dibunuh oleh ayah tirinya Alex Iskandar.

Alex nampak lihai menyembunyikan jejak sebagai penculik sekaligus pembunuh Alvaro sampai-sampai pada penyelidikan awal, polisi sama sekali belum menaruh curiga kepada Alex.

Saat pertama kali dipanggil, pria itu mengelak dan mengaku tak tahu apa pun soal hilangnya Alvaro. Dia bahkan datang ke Polsek Pesanggrahan bersama ayah mertuanya atau kakek Alvaro, Tugimin untuk membuat laporan kehilangan.

“Oh, itu, itu awal (mengelak). Di awal dan dia ikut melapor. Kan dia Pesanggrahan, kan dia ikut melapor menemani mertuanya, ayah dari, apa, kakek dari AKN, dalam hal ini berinisial T, untuk melapor bersama-sama dengan kakeknya itu ke Pesanggrahan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).

Tak berhenti sampai di situ, Alex juga rajin mengirim pesan kepada istrinya yang sedang bekerja di luar negeri. Di setiap pesannya, ia berlagak tengah berusaha keras mencari keberadaan Alvaro.

“Dan dia juga berusaha menchatting istrinya yang ada di luar negeri bahwa dia akan berusaha untuk menemukan korban AKN,” ucap Nicolas.

Selama proses pencarian, polisi juga belum memeriksa ibu kandung Alvaro karena berada di luar negeri. Fokus penyidik saat itu justru mengarah ke keluarga ayah kandung korban yang sedang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan.

Kecurigaan itu membuat tim bergerak ke berbagai kota, mulai Sukabumi, Bandung, Cianjur, hingga Batam, untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan kerabat ayah biologis.

Semua Kecurigaan Melset

Belakangan baru terungkap, semua kecurigaan itu meleset. Orang-orang yang sebelumnya dicurigai sudah dikonfrontasi dengan saksi lain dan dipastikan tak terkait.

“Yang kita curigai itu keluarga ayah kandungnya yang ada di LP. Kita datangkan omnya Alvaro kita konfrontir dengan saksi yang lain, oh bukan. Kita berusaha sampai ke Bandung, cianjur, sukabumi, batam, untuk menghadirkan karena kita curiga awal adalah ayah kandung daripada AKN atau keluarga ayah kandung AKN,” ucap Nicolas.

Justru Alex, yang sejak awal terlihat paling aktif mencari, ternyata menyimpan maksud terselubung. Kunci pengungkapan kasus ini datang dari rangkaian kesaksian satu per satu. Ada saksi G yang mengaku pernah mengangkat kantong plastik berisi jasad Alvaro.

“Jadi kan ada saksi-saksi lain yang kebetulan mengetahui pada saat dia di Tenjo itu. Kan ada saksi G yang mengangkat kantong berisi mayat AKN,” terang Nicolas.

Ada pula keponakan Alex yang mengetahui tindakan yang dilakukan tersangka. Cerita itu kemudian mengalir ke temannya, lalu diteruskan ibunya, sebelum akhirnya sampai ke telinga kepolisian.

“Ada juga keponakannya yang menceritakan, ada juga keponakan itu menceritakan ke temannya, temannya menceritakan lg ke ibunya, didukung lagi dengan alat bukti yang lain,” papar Nicolas.

Keterangan Keluarga Ikut Memperkuat

Menurut Nicolas, keterangan keluarga disebut turut menguatkan dugaan tersebut. Posisi Alex sebagai pelaku makin tak terbantahkan ketika ia sendiri akhirnya mengakui perbuatannya.

“Dari keterangan tersangka juga dia sudah memberikan keterangan detail dari proses dia mengambil anak itu, kenapa dia mengambil anak itu, sampai dipraktikan membunuh. Ada sudah kita videokan semua, itulah yang kita lakukan antisipasi saat proses mau ditingkatkan,” ujar dia.

Sebelum statusnya dinaikkan menjadi tersangka, penyidik juga telah menggelar prarekonstruksi di rumah Alex di Tangerang. Di sana, ia memperagakan ulang bagaimana pembunuhan itu dilakukan.

“Jadi kita sebelum ditingkatkan ke penyidikan dan tersangka, kita sudah lakukan prarekonstruksi, bagaimana dia melakukan pembunuhan pada saat itu di rumahnya di Tangerang,” tandas Nicolas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *