Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran

Kolombo – Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam setelah terkena serangan torpedo dari kapal selam Amerika Serikat (AS) di perairan lepas pantai selatan Sri Lanka.  Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa serangan terhadap fregat Iran itu dilakukan oleh kapal selam Angkatan Laut AS pada Selasa (3/3/2026) malam.

“Kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” kata Hegseth seperti dikutip dari The Guardian. Menurut dia, kapal tersebut tenggelam akibat serangan torpedo.

“Itu ditenggelamkan oleh torpedo, sebuah kematian yang sunyi—penenggelaman pertama kapal musuh oleh torpedo sejak Perang Dunia II,” ujar Hegseth. Ia menambahkan bahwa seperti pada masa perang tersebut, AS saat ini berjuang untuk menang. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath menuturkan bahwa penjaga pantai Sri Lanka menerima panggilan darurat dari kapal Angkatan Laut Iran bernama Iris Dena pada Rabu pukul 05.08 waktu setempat. Para awak kapal melaporkan telah terjadi sebuah ledakan.

Herath menjelaskan bahwa satu kapal angkatan laut Sri Lanka diberangkatkan pada pukul 06.00, disusul kapal kedua pada pukul 07.00 untuk merespons permintaan bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa Sri Lanka memiliki kewajiban untuk merespons panggilan darurat itu karena negara tersebut merupakan penandatangan Konvensi Internasional tentang Pencarian dan Penyelamatan Maritim. Kapal Iran tersebut berada di luar perairan teritorial Sri Lanka, tetapi masih berada di dalam zona ekonomi eksklusif negara itu, sekitar 44 mil laut atau sekitar 81 kilometer dari kota pesisir Galle di bagian selatan Sri Lanka.

Pejabat Sri Lanka mengonfirmasi sedikitnya 80 orang tewas dalam insiden tersebut. Sebanyak 32 awak kapal berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit di Galle. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Serangan terhadap kapal Iris Dena menandai serangan pertama AS terhadap militer Iran yang terjadi di luar kawasan Timur Tengah sejak perang tersebut dimulai.

Iris Dena merupakan fregat terbaru dalam armada Angkatan Laut Iran. Kapal itu dilengkapi rudal permukaan-ke-udara, rudal anti-kapal, meriam, senapan mesin, serta peluncur torpedo. Kapal tersebut diduga sedang melintas di perairan dekat Sri Lanka dalam perjalanan pulang setelah mengikuti tinjauan armada internasional yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut India pada pekan sebelumnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *