Jakarta – Harga emas buatan UBS dan Galeri24 kompak melesat di Pegadaian pada perdagangan Kamis pagi, (12/3/2026) pukul 05.25 WIB. Produk logam mulia buatan UBS dan Galeri24 itu masing-masing naik Rp 7.000 dan Rp 15.000.
Harga emas UBS naik Rp 7.000 menjadi Rp 3.113.000 dari sebelumnya dibanderol Rp 3.106.000. Sementara itu, harga emas Galeri24 bertambah Rp 15.000 dari Rp 3.083.000 per gram menjadi Rp 3.098.000 per gram. Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah. Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram. Untuk harga emas Antam di laman Logam Mulia, diperbarui setelah pukul 08.30 WIB. Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian masing-masing produk dikutip dari Antara:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.625.000
- 1 gram: Rp 3.098.000.
- 2 gram: Rp 6.122.000
- 5 gram: Rp 15.193.000
- 10 gram: Rp 30.306.000
- 25 gram: Rp 75.355.000
- 50 gram: Rp 150.590.000
- 100 gram: Rp 301.033.000
- 250 gram: Rp 750.733.000
- 500 gram: Rp 1.501.466.000
- 1.000 gram: Rp 3.002.930.000
UBS
- 0,5 gram: Rp 1.683.000
- 1 gram: Rp 3.113.000
- 2 gram: Rp 6.178.000
- 5 gram: Rp 15.267.000
- 10 gram: Rp 30.373.000
- 25 gram: Rp 75.784.000
- 50 gram: Rp 151.256.000
- 100 gram: Rp 302.393.000
- 250 gram: Rp 755.758.000
- 500 gram: Rp 1.509.741.000
Harga Emas Dunia Tertekan
Sebelumnya, harga emas turun tipis pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026 (Kamis waktu Jakarta). Harga emas melemah didorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi yang mmebayangi yang memperkuat harapan kenaikan suku bunga.
Mengutip CNBC, Kamis (12/3/2026), harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD 5.169,02 per ounce pada pukul 13.33 ET (17.33 GMT) setelah menguat pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup merosot 1,2% menjadi USD 5.179,10.
Adapun indeks dolar AS naik tipis 0,4%. Mata uang AS lebih kuat membuat komoditas yang diharga dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
“Pasar emas tampaknya berada dalam tarik-ulur antara permintaan aset aman yang didorong oleh perang dan kekhawatiran atas suku bunga yang tinggi dalam jangka waktu lama,” ujar Vice President dan Senior Metals Strategis Zaner Metals, Peter Grant.
Emas secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, tetapi menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Harga minyak naik 4% karena serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran akan gangguan pasokan, dan analis mengatakan proposal Badan Energi Internasional untuk melepaskan cadangan minyak tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran tersebut.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Iran mengatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai USD 200 per barel. Pasukan Iran menyerang kapal-kapal dagang dan menembaki Israel dan target lainnya di seluruh Timur Tengah.
Sementara itu, data menunjukkan indeks harga konsumen AS naik 0,3% pada Februari, sesuai dengan perkiraan dan di atas kenaikan 0,2% pada Januari. CPI naik 2,4% dalam setahun hingga Februari, juga sesuai dengan ekspektasi. Sekarang fokus beralih ke data indeks harga PCE Januari yang tertunda dan akan dirilis pada Jumat.
Analis di Standard Chartered mencatat tidak jarang emas mengalami tekanan penurunan selama beberapa minggu di tengah kebutuhan akan uang tunai.
“Kami mempertahankan pandangan positif jangka panjang kami dan memperkirakan emas akan melanjutkan tren kenaikannya di luar aksi ambil untung jangka pendek,” mereka menambahkan.
Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 3,5% menjadi USD 85,34 per ons, platinum spot turun 0,8% menjadi USD 2.183,10, dan paladium turun 1,4% menjadi USD 1.631,59.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)