Pelajari bagaimana harga emas dunia terbentuk melalui mekanisme pasar spot dan kontrak berjangka, serta faktor kunci inflasi, suku bunga, dan geopolitik.
Jakarta – Harga emas selalu menjadi perhatian investor global karena logam mulia ini dikenal sebagai aset lindung nilai yang mampu menjaga stabilitas kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Namun, tidak banyak yang memahami bagaimana harga emas sebenarnya ditentukan dan siapa yang berperan dalam menetapkan nilainya di pasar internasional. Pada dasarnya, harga emas terbentuk dari mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan global, serta berbagai faktor ekonomi dan geopolitik yang memengaruhi sentimen investor.
Dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (5/2/2026), harga emas diperdagangkan dalam dua bentuk utama, yaitu harga spot dan harga kontrak berjangka. Harga spot emas merupakan harga pasar terkini untuk emas fisik per ons. Harga ini sering digunakan sebagai acuan utama dalam perdagangan logam mulia, termasuk dalam produk investasi seperti exchange traded fund (ETF) berbasis emas fisik.
Harga spot biasanya lebih rendah dibandingkan harga emas yang dijual dalam bentuk koin, batangan, maupun perhiasan. Hal ini karena harga ritel emas mencakup tambahan biaya atau premi emas, yang meliputi proses pemurnian, distribusi, biaya operasional penjual, serta margin keuntungan.
Adapun harga kontrak berjangka merupakan kesepakatan jual beli emas dengan harga tertentu yang diselesaikan pada waktu mendatang. Kontrak berjangka diperdagangkan di bursa dan memiliki tingkat likuiditas tinggi.
Kontrak berjangka dapat diselesaikan melalui dua cara, yaitu penyelesaian tunai atau pengiriman fisik emas. Penyelesaian tunai dilakukan dengan pembayaran keuntungan atau kerugian berdasarkan pergerakan harga, sedangkan pengiriman fisik mengharuskan penjual menyerahkan emas sesuai kesepakatan kontrak.
Kedua mekanisme ini menjadi acuan penting bagi investor, pelaku industri, hingga bank sentral dalam menentukan strategi investasi dan pengelolaan cadangan aset.
Perubahan harga emas sering kali dipicu oleh dinamika global seperti inflasi, perubahan suku bunga, hingga ketegangan geopolitik. Selain itu, aktivitas bank sentral dan produksi pertambangan juga memegang peran penting dalam menentukan keseimbangan pasokan dan permintaan emas. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, investor dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai potensi pergerakan harga emas di masa depan.
Faktor Penentu Harga Emas
Harga emas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global. Salah satu faktor utama adalah kondisi geopolitik. Ketika terjadi konflik militer atau ketegangan perdagangan internasional, investor cenderung beralih ke emas sebagai aset safe haven, sehingga meningkatkan permintaan dan harga.
Selain itu, aktivitas pembelian dan penjualan emas oleh bank sentral turut memengaruhi pasokan global. Bank sentral biasanya menyimpan emas sebagai cadangan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi nilai mata uang dari inflasi.
Inflasi juga berperan besar dalam pergerakan harga emas. Banyak investor menggunakan emas sebagai perlindungan terhadap penurunan nilai mata uang akibat inflasi. Oleh karena itu, kenaikan inflasi sering kali diikuti peningkatan permintaan emas.
Perubahan suku bunga turut memengaruhi harga emas. Ketika suku bunga meningkat, emas cenderung kurang diminati karena tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, ketika suku bunga menurun, emas menjadi lebih menarik sebagai instrumen investasi.
Selain itu, produksi pertambangan memengaruhi jumlah pasokan emas global. Biaya produksi yang meningkat dapat mendorong kenaikan harga emas di pasar.
Perjalanan Harga Emas Secara Historis
Harga emas memiliki riwayat fluktuasi yang signifikan dalam jangka panjang. Pada periode 1934 hingga 1970, harga emas sempat mengalami penurunan lebih dari 65 persen. Namun, pada periode 1970 hingga 1980, harga emas melonjak hampir 850 persen.
Selanjutnya, harga emas kembali turun sekitar 82 persen antara 1980 hingga 2001. Sejak 2001 hingga September 2025, harga emas kembali mengalami kenaikan signifikan hingga 591 persen. Fluktuasi ini menunjukkan bahwa investasi emas memiliki potensi keuntungan jangka panjang, namun tetap disertai risiko pergerakan harga.
Dinamika Harga Emas Terkini
Pada tahun 2025, harga emas berjangka mengalami kenaikan lebih dari 65 persen, menjadi kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi gejolak pasar saham dan obligasi.
Ketidakpastian global seperti kebijakan tarif Amerika Serikat dan keterlibatan militer di berbagai wilayah turut meningkatkan minat investor terhadap emas. Selain itu, meningkatnya utang nasional Amerika Serikat juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas dolar AS, sehingga mendorong investor beralih ke emas sebagai aset pelindung nilai.
Meski demikian, harga emas dikenal sangat fluktuatif. Dalam sejarahnya, emas pernah mengalami kenaikan tajam lebih dari 100 persen pada 1979, kemudian kembali turun pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa investasi emas membutuhkan strategi alokasi yang matang sesuai profil risiko investor.
Pergerakan harga emas diperkirakan akan terus dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, serta dinamika geopolitik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap faktor penentu harga emas menjadi kunci bagi investor dalam mengambil keputusan investasi yang tepat.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723185/original/051536300_1705921815-fotor-ai-2024012218929.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/683063/original/ilustrasi-harga-emas-naik-140528-andri.jpg)